Jl. Letjen Suprapto No.31

Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36361

(0741) 61692

Layanan Panggilan 24 Jam

mattaherrs@gmail.com

Bisnis, Penawaran, dan Kerjasama

PELAYANAN JANTUNG TERPADU RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

 

 

Diagnostik Invensive atau Angiografi Koroner Adalah suatu tindakan gold standar untuk mendiagnosa penyakit jantung coroner. Pemeriksaan ini menggunakan sinar X dan zat kontras yang diinjeksikan ke dalam pembuluh darah arteri koronaria untuk melihat ada tidaknya penyempitan/sumbatan.

Intervensi Kardiovaskular (Percutaneus Coronary Intervensi/PCI adalah tindakan pelebaran pembuluh darah coroner yang mengalami penyempitan dengan menggunakan balon (tanpa operasi)

Prosedur tindakan hamper sama dengan angiografi coroner tetapi dengan tambahan menggunakan keteter khusus. Balon akan dikembangkan didaerah yang mengalami penyempitan atau sumbatan. Untuk mencegah terjadinya penyempitan kembali, setelah balon dikembangkan dilakukan tindakan pemasangan ring atau cincin (stent).

1.  Echocardiography

Adalah pemeriksaan dengan menggunakan prinsip gelombang Suara ultra (ultra sound) unutuk melihat anatomi jantung saat bergerak (berdenyut), sehingga dapat diketahui fungsi dan kekuatan otot jantung, adanya gangguan gerakan otot jantung, kebocoran sekat jantung, penyempitan/kebocoran katup jantung, ukuran jantung, maupun adanya cairan serta tumor pada rongga jantung.

2.  Treadmill Test ( Uji Jantung Beban)

Adalah alat untuk merekam perubahan EKG, tekanan darah dan frekuensi denyut jantung serta mengetahui kapasitas fungsi jantung beraktifitas yang berguna bagi orang-orang yang mengalami keluhan : nyeri dada (EKG tak khas), laki-laki > 40 tahun atau perempuan setelah menopause yang disertai faktor. Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) seperti : merokok, kurang aktifitas, kegemukan, hipertensi, diabetes, pasca rawat dengan angina pektoris tak stabil, pasca serangan jantung dsb. Pemeriksaan ini dapat juga digunakan untuk deteksi dini PJK disamping untuk menilai kesegaran jasmani.

3. Holter Monitor

Adalah alat untuk merekam perubahan EKG selama 24 jam atau lebih yang dipasang untuk mendeteksi gangguan irama jantung yang kemungkinan tidak terdeteksi saat penderita datang dengan keluhan palpitasi yang dirasakan mengganggu. Tindakan ini dilakukan dengan pemasangan alat monitor (seperti tape recorder) dengan sadapann EKG yang dapat merekam irama jantung selama 24 jam dengan tidak mandi untuk menjaga alat terkena air. Tindakan ini dapat berkelanjutan dengan dilakukan pemeriksaan Pemeriksaan elektro fisiologi apabila dijumpai kelainan yang memerlukan tindakan Ablasi.

  1. Ambulatory Blood Presure Monitoring (ABPM)

Digunakan untuk mengetahui tekanan darah rata-rata selama kurun waktu 24 jam saat pasien beraktifitas seperti biasa.

  1. Doppler Vaskuler

Pemeriksaan untuk mengetahui adanya gangguan di pembuluh darah leher ataupun pembuluh darah kaki dan tangan.

 

  1. Diagnostik Invasif dan Intervensi Kardiovaskuler

Suatu tindakan minimal invasif dengan memasukkan kateter (selang /pipa plastik) melalui pembuluh darah kedalam jantung dan pembuluh darah koroner yang memperdarahi jantung.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *